Jumat, 21 Maret 2014

Krimea memanas 

KIEV – Presiden Amerika Serikat
(AS) Barack Obama memutuskan
memberi sanksi baru kepada
Rusia. Sanksi ini berkaitan
dengan krisis Crimea.

Kemungkinan sanksi yang akan
dijatuhkan Obama adalah yang
berkaitan dengan ekonomi.

Oleh karena itu, Presiden Rusia
Vladimir Putin menyerukan
kepada para miliarder Rusia
untuk membayar pajak.

Pernyataan Putin dilontarkan di
tengah kekhawatiran adanya
sanksi Barat terhadap negara itu
atas aneksasi Crimea yang dapat
memukul pengusaha.

Melansir Associated Press, Jumat
(21/3/2014), pada pertemuan
Kamis dengan orang terkaya
Rusia di Moskow, Putin
mengatakan para pebisnis yang
terdaftar di wilayah Rusia harus
membayar pajak untuk Ibu
Pertiwi.

Senin kemarin, AS dan Uni Eropa
mengumumkan sanksi terhadap
sejumlah individu yang terlibat
dalam referendum yang dinilai
melanggar hukum, setelah
Crimea memisahkan diri dari
Ukraina.

Sebagian besar dari yang
dilarang bukan pengusaha, tetapi
tokoh politik yang meremehkan
sanksi tersebut, dan mengatakan
mereka tidak memiliki aset di luar
negeri yang berisiko.

http://m.okezone.com/read/2014/03/2...er-bayar-pajak
France Should Return Money if Warship Deal Cancelled – Rogozin
20/03/2014



MOSCOW, March 20 (RIA Novosti) – France should either fulfill its contract obligations under a June 2011 contract to deliver two Mistral-class warships to the Russian navy or return the money, a Russian deputy premier said on Wednesday.

French Foreign Minister Laurent Fabius said on Monday that Paris will consider canceling the 1.2-billion-euro deal if Moscow provokes further escalation in Ukraine.
The remarks came after the US and EU imposed sanctions on senior Russian officials following a referendum in Ukraine's Crimea in which voters overwhelmingly supported secession and reunification with Russia.

“Either stick to your contract obligations and deliver the warships in time, or return the money and parts of these warships’ hulls, assembled at our Baltiysky Zavod [shipyard],” said Dmitry Rogozin, a deputy premier in charge of the defense industry.

A source in Russia’s United Shipbuilding Corporation told RIA Novosti on the condition of anonymity that France will also have to pay huge penalties if it chooses to unilaterally terminate the contract.

Under a June 2011 contract signed between Russia and France, the first French Mistral-class amphibious assault ship, named Vladivostok, will be delivered to Russia by the year-end, while the second warship, the Sevastopol, is due to arrive in 2015.

The ships are capable of carrying 16 helicopters, four landing craft, 70 armored vehicles, and 450 soldiers and are expected to be deployed with Russia’s Pacific Fleet.

http://en.ria.ru/russia/20140320/188...--Rogozin.html

Harun di Forum Pertahanan di Jakarta




Jakarta - Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan kekecewaan pada pemerintah Republik Indonesia. 

Mereka menilai aksi ala Usman dan Harun di Forum Internasional Pertahanan di Jakarta sebagai tindakan yang tak pantas.

Dikutip Strait Times, Jumat (21/3/2014) aksi ala Usman dan Harun itu dilakukan pada Rabu (19/3) lalu. Dua orang berpakaian bebas memerankan aksi seolah tengah melakukan pemboman di MacDonald House pada 1965.

Usman dan Harun, dua prajurit KKO pada 1968 dihukum mati Singapura atas pemboman itu. Pemboman itu menyebabkan 3 warga Singapura tewas dan melukai 33 yang lainnya.

"Kami kecewa atas insiden di Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) exhibition," jelas juru bicara kementerian luar negeri Singapura.

"Atas kejadian itu, delegasi Singapura di JIDD mundur dari forum dan kembali ke Singapura," tambah Kemlu Singapura.

Singapura memang seperti kebakaran jenggot dengan Usman Harun. Sebelumnya pemerintah RI memberi nama sebuah kapal perang dengan nama Usman Harun. Penamaan ini berbuah protes Singapura. Namun Indonesia maju terus, penamaan kapal adalah hak RI.

"Ngungsi" ke Solo

Sejumlah pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara RI yang bermarkas di Bandara Iswahyudi, Madiun, untuk sementara waktu dipindahkan ke Bandara Adi Soemarmo, Solo. Pemindahan dilakukan lantaran runway Bandara Iswahyudi sedang diperbaiki, sehingga aktivitas penerbangan dihentikan.

Kolonel Pnb Agus Radar Sucahyo menjelaskan, pemindahan sejumlah pesawat milik TNI AU dari Bandara Iswahyudi Madiun ke Bandara Adi Soemarmo, Solo telah berlangsung sejak Senin lalu.

"Karena ada perbaikan runway di Iswahyudi Madiun, maka berdasarkan perintah dari pimpinan TNI AU, pesawat-pesawat itu dipindahkan ke Solo dan Medan. Pesawat itu akan bermarkas di Solo kemungkinan hingga 1,5 bulan ke depan, sembari menunggu proses perbaikan runway selesai," kata Agus di Bandara Adi Soemarmo Solo, Jumat, 21 Maret 2014.

Pesawat tempur yang dipindahkan ke Solo meliputi 6 unit pesawat T-50, 1 unit pesawat Hawk MK-53, dan 2 unit pesawat F-5. Sementara itu, pesawat tempur F-16 berada di Medan.

"Skuadron udara 14 dan skuadron udara 15 ada di sini (Solo). Yang ada di Medan adalah skuadron udara 3," kata Agus.

Meski dipindah ke Solo, latihan tempur pesawat itu tetap menggunakan medan udara yang ada di Madiun. Meski demikian, proses lepas landas dan pendaratan pesawat dilakukan di Solo.

"Kalau latihan tempur di Madiun, tetapi untuk take off dan landing dipindahkan ke Solo. Hanya itu saja yang membedakan," ujarnya.

Selama pemindahkan markas ke Solo, Agus menjamin tidak mengganggu jadwal penerbangan sipil. Sebab, latihan tempur yang dilakukan pesawat-pesawat itu disesuaikan dengan kondisi. "Ya, tidak mengganggu, karena mengambil celah waktu yang tidak digunakan untuk penerbangan sipil," ucap dia. 

sumber:http://nasional.news.viva.co.id/news...ungsi--ke-solo

"Ngungsi" ke Solo

Sejumlah pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara RI yang bermarkas di Bandara Iswahyudi, Madiun, untuk sementara waktu dipindahkan ke Bandara Adi Soemarmo, Solo. Pemindahan dilakukan lantaran runway Bandara Iswahyudi sedang diperbaiki, sehingga aktivitas penerbangan dihentikan.

Kolonel Pnb Agus Radar Sucahyo menjelaskan, pemindahan sejumlah pesawat milik TNI AU dari Bandara Iswahyudi Madiun ke Bandara Adi Soemarmo, Solo telah berlangsung sejak Senin lalu.

"Karena ada perbaikan runway di Iswahyudi Madiun, maka berdasarkan perintah dari pimpinan TNI AU, pesawat-pesawat itu dipindahkan ke Solo dan Medan. Pesawat itu akan bermarkas di Solo kemungkinan hingga 1,5 bulan ke depan, sembari menunggu proses perbaikan runway selesai," kata Agus di Bandara Adi Soemarmo Solo, Jumat, 21 Maret 2014.

Pesawat tempur yang dipindahkan ke Solo meliputi 6 unit pesawat T-50, 1 unit pesawat Hawk MK-53, dan 2 unit pesawat F-5. Sementara itu, pesawat tempur F-16 berada di Medan.

"Skuadron udara 14 dan skuadron udara 15 ada di sini (Solo). Yang ada di Medan adalah skuadron udara 3," kata Agus.

Meski dipindah ke Solo, latihan tempur pesawat itu tetap menggunakan medan udara yang ada di Madiun. Meski demikian, proses lepas landas dan pendaratan pesawat dilakukan di Solo.

"Kalau latihan tempur di Madiun, tetapi untuk take off dan landing dipindahkan ke Solo. Hanya itu saja yang membedakan," ujarnya.

Selama pemindahkan markas ke Solo, Agus menjamin tidak mengganggu jadwal penerbangan sipil. Sebab, latihan tempur yang dilakukan pesawat-pesawat itu disesuaikan dengan kondisi. "Ya, tidak mengganggu, karena mengambil celah waktu yang tidak digunakan untuk penerbangan sipil," ucap dia. 

sumber:http://nasional.news.viva.co.id/news...ungsi--ke-solo

VIETNAM RECEIVE ITS SECOND KILO SUBMARINE 

Vietnam Receives 2nd
Russia-Made Submarine


HANOI (Xinhua) -- A freighter
carrying the second Vietnam's
kilo-class Russia-made
submarine was safely anchored in Vietnam's southern Cam Ranh gulf in Khanh Hoa province, media reported Thursday.

The freighter called Rolldock Star arrived in Cam Ranh gulf late Wednesday, after a voyage of nearly two months from Russia's Kaliningrad. This is the second time Rolldock Star has carried out transportation for
submarines from Russia to
Vietnam, state-run news agency VNA reported. 

The submarine, named HQ183- Ho Chi Minh City has the same technical standards as the others in a series of six submarines that Vietnam ordered from Russia.

The submarine has an over
3,000-ton displacement, and is able to operate at a maximum depth of 300 meters and at a speed of 20 nautical miles per hour with over 50 crew members. Ho Chi Minh Citysubmarine is said to be equipped with many modern weapons on board, according to VNA.

After arriving at Cam Ranh gulf, Russian and Vietnamese experts will pump water into the cabins of freighter Rolldock Star to release the submarine to the sea. The submarine will then be taken to Cam Ranh Port.

Earlier on Dec. 31 last year,
Vietnam received the first
submarine named HQ182- Hanoi and took it to Cam Ranh port half a month later.

Vietnam is expected to receive the third Russia-made submarine in 2014, which will be named HQ184- Hai Phong.